Amankah Wanita Backpacker ke Taiwan?

Daxi Bridge di Taoyuan
Taiwan relatif murah untuk backpacker buat kelas negara maju dimana banyak tenaga kerja negeri kita bertaburan. Negara ini sekilas lebih ramah dibandingkan ibunya: daratan China.
Untuk tiket PP aku pake LCC Scoot yang lagi promo. Visa dapet gratis setelah apply online di https://niaspeedy.immigration.gov.tw/nia_southeast/ dengan menunjukkan visa Jepang yang sudah dimiliki. Buat WNI yang sudah pernah atau masih punya visa Jepang, KorSel, Amerika, UK, Australia, Kanada, New Zealand, dan area Schengen dalam waktu 10 tahun terakhir, dapat membuat visa gratis dan dalam hitungan detik saja, visa sudah disetujui dan siap untuk diprint dan wajib dibawa saat melewati imigrasi.

Naik Scoot otomatis transit di Singapore. Aku memilih waktu transit yang cukup lama karena mau keluar bandara dan jalan-jalan di sana. Sampai di Taoyuan Int Airport yang ternyata lokasinya masuk ke Taoyuan, bukan di Taipei, sudah ada kawan dari NCU yang menjemput. Aku dipinjami Easy Card yang sudah ada saldo yang berguna untuk bayar tiket bus maupun kereta. Kalo mau beli pun bisa juga tapi kartu ga bisa dikembalikan lagi nanti kalo dah gak kepake, bisa buat souvenir lah. Harganya kartunya sekitar 50ribu rupiah dan bisa dibeli di Seven Eleven.

Selama di Taiwan ada 3 kota besar yang kukunjungi : Taoyuan, Taichung, dan Taipei. Harga penginapan budget cukup banyak di kisaran harga 100ribu rupiah per malam. Biaya transportasi pun lumayan terjangkau : bus rata-rata 9 ribu rupiah sekali jalan, kereta metro dan MRT dalam kota sekitar belasan ribu rupiah tergantung berapa stasiun yang dilewati. Tiket kereta antar kota seharga di bawah 100ribu rupiah. Yang menarik adalah ketika di Taichung, aku selalu mengandalkan bus gratis kemana-mana. Busnya sama seperti bus lainnya yang berbayar dan bisa diketahui harga tiketnya dari google maps. Biasanya ada banyak pilihan nomor bus untuk ke suatu tempat, dan aku tinggal cari yang seharga 0 NT (dollar Taiwan).

Makanan halal juga tidak begitu sulit ditemui karena ada beberapa kedai makanan halal seperti salah satu favoritku adalah chicken master yaitu sejenis fried chicken dengan bumbunya yang meresap gurih sesuai lidah orang Indonesia. Taiwan terkenal sama night market yang ngejual banyak street food menggoda dan tentu saja souvenir khas. Nah ini yang sulit untuk dicari kehalalannya, jadi kalo ke sana cuma bisa ngeliatin aja. Yang aman adalah bubble milk tea Taiwan yang tersebar di mana-mana dan mudah didapat serta halal pastinya, wajib coba. Harganya sekitar 20ribu rupiah kalo minuman-minuman kayak gini. di dekat masjid biasanya ada penjual makanan halal, jadi bisa sekalian dimanfaatkan untuk beli makanan kalo di sana. Kalo lagi perlu irit, beli saja makanan di Family Mart, OK Mart, atau Seven Eleven. Aku sukanya beli buah, susu, telur rebus, dan ubi rebus yang aman dikonsumsi.

Penginapan, selain numpang di kos temen (Thanks to Ratri di NCU), beberapa hari aku tidur di hostel yang rekomen dan nyaman bertipe female dorm berisi 8-10 orang per-kamar. Privasi gak terganggu karena tiap bed dibatasi tirai yang aman buat muslimah. Sekedar buat share aja, di Taichung aku nginap di Taichung Box Design Hotels dan dapat kamar dorm. Dapat fasilitas sharing bathroom, toilet, & wastafel; living room, free water, free wifi, free slipper, free tea & coffee, kulkas buat barengan (aku pernah nyimpen susu di sana dan hilang esok paginya 😔). Sedangkan saat di Taipei aku nginep di Cavemen Hostel Taipei Station Youth Branch yang terletak di pusat kota dan dari sana aku hujan-hujan jalan kaki menuju Ximending. Untungnya banyak gedung-gedung yang bisa buat berteduh.

Kamar di Taichung Box Design Hotels
Kamar di Cavemen Hostel Taipei Station

Selama berkunjung di Taiwan, banyak banget WNI yang kutemui, entah itu sebagai mahasiswa, TKI, atau turis, yang jelas selain wajah-wajah chinese, sebagian besar adalah wajah melayu seperti Indonesia.
Taipei saat hujan
Lalu apa kesan berada di Taiwan?
1. Indah, terutama yang suka pegunungan. Landscape Taiwan itu pulau kecil dan di tengahnya terbentang pegunungan. Jadi saat naek kereta antar kota suka liat ke luar jendela untuk menyaksikan pegunungan yang gak habis-habis.
2. Bersih, termasuk toiletnya walaupun termasuk toilet kering. Jalan-jalan bersih dan teratur. Lumayan banyak sepeda motor tapi gak sampe bikin macet.
3. Aman. Kemana-mana sangat aman dan banyak transportasi umum bahkan ke 'desa' sekalipun.
4. Jangan ke sana saat summer, sering hujan dan berangin, hehe.
5. Jangan rakus saat pesan makan. 1 porsi udah banyak banget dan susah payah aku ngabisin.
5. Kebanyakan ketemu orang Indonesia: di masjid, stasiun, tempat wisata pun.

Komentar

Postingan Populer